Jumat, 11 Oktober 2013

Menengok Monorel Made in Bekasi


Selasa (8/10/2013), Produsen Monorel asal Bekasi, Jawa Barat yaitu PT Melu Bangun Wiweka (MBW) mengakui proses sertifikasi laik jalan monorel produksi mereka masih terhambat di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pihak Kemenhub beralasan belum mempunyai test track (jalur lintasan uji coba) untuk menjajal monorel buatan MBW.

PT MBW mulai memproduksi monorel sejak tahun 2009 dengan kandungan lokal sebesar 90%. Kecepatan kereta monorel asal Bekasi ini diklaim mampu mencapai kecepatan 80-120 km/jam. Biaya produksi yang ditawarkan oleh PT MBW sebesar Rp 100-150 miliar/Km.

sumber : www.detik.com

 

Kantor Antam di TB Simatupang Jual Emas Batangan Harga Pabrik


Rabu (9/10/2013), PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mulai menjual emas batangan di kantor pusatnya yang terletak di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Dalam rangka pembukaan Butik Emas di tempat itu akan dijual emas batangan dengan harga diskon
Soft Opening Butik Emas Logam Mulia (LM) Antam akan dimulai pukul 09.00 WIB. Selain emas batangan, Butik Emas ini juga akan menjual Koin Dinar-Dirham. Selama 10 hari ke depan, Antam akan memasang harga diskon untuk emas batangan, lebih tepatnya harga pabrik Pulogadung. Selain itu 100 pembeli pertama akan mendapatkan souvenir ekslusif menarik.

sumber :

BI: Kondisi Perbankan Indonesia Sehat


 
Bank Indonesia mencatat bahwa stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, dengan dukungan ketahanan industri perbankan dari berbagai tekanan ekonomi.
Gubernur BI, Agus Martowardojo, Selasa 8 Oktober 2013, mengungkapkan, saat ini kondisi perbankan Indonesia terpantau sehat, dengan indikator rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 17,89 persen, jauh di atas ketentuan BI sebesar delapan persen. Sementara itu, dari sisi kredit bermasalah (non performing loan) terjaga di level 1,99 persen pada Agustus 2013.
Di sisi lain, angka pertumbuhan kredit mulai menunjukkan perlambatan, meskipun pada Agustus 2013 masih cukup tinggi sebesar 22,2 persen year on year (yoy). Pertumbuhan kredit, terutama dipengaruhi adanya penarikan kredit dari komitmen sebelumnya, di samping itu pengaruh penghitungan nilai tukar. 

sumber : 

Jepang-Adaro Bangun Pembangkit Listrik Terbesar di Indonesia


 
Dalam APEC CEO Summit, di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Senin (7/10/2013). Menurut Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Negara Jepang telah mengembangkan pembangkit listrik batu bara dengan teknologi Ultra Super Critical Generation. Dengan adanya pembangkit tenaga listrik ini, diperkirakan dapat menghemat energi hingga 43 persen. Direncanakan akan membawa teknologi tersebut ke Indonesia, membangun dua pembangkit listrik dengan kapasitas 1 juta kilowatt (kw), yang merupakan kapasitas terbesar di seluruh dunia.
Untuk membiayai proyek ini diperkirakan membutuhkan dana sekira USD4 miliar. Setelah rampung, maka listrik tersebut akan dijual selama 25 tahun. Guna mendapat suplai batu bara yang cukup maka Jepang akan bekerja sama dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebagai pemasok. Adaro ditunjuk karena dinilai sebagai salah satu suplier batu bara terbesar.
 
sumber : 
http://economy.okezone.com/read/2013/10/07/19/877741/jepang-adaro-bangun-pembangkit-listrik-terbesar-di-indonesia