Minggu, 27 Oktober 2013

AMBISI INDONESIA JADI PUSAT NIAGA ASIA PASIFIK


Indonesia menargetkan mencetak 55 juta wirausahawan muda hingga 2025. Target itu akan dibarengi dengan kebijakan memudahkan akses permodalan dan teknologi.
"Langkah itu untuk mencapai target Indonesia menjadi sentra niaga di kawasan Asia Pasifik," kata Deputi Bidang Menteri Koordinator Perekonomian bidang perdagangan dan industri Edy Putra Irawady dalam forum APEC Unthinkable Week 2013 di Kuta, Bali, Rabu (2/10).
Dia menyebutkan, pada Agustus 2005, jumlah pengangguran di Indonesia sebesar 11,27 persen. Sementara angka wirausahawan mencapai 48 juta dengan bidang usaha terbesar di sektor mikro.
Pada Agustus 2009, jumlah pengangguran turun menjadi 8,8 persen dengan jumlah wirausahawan sebesar 53 juta wirausahawan. "Ini artinya, sudah banyak pengangguran yang lari ke wirausahawan," jelas Edy.
Untuk meningkatkan kualitas mereka, setiap tahun ada 14.000 wirausahawan yang mengikuti pelatihan. "Kita seleksi mana yang berkualitas lalu kita kenalkan kepada teknologi," ungkap Edy.

Vice President Junior Chamber International (JCI) Bali Ida Bagus Agung Gunarthawa mengatakan, Bali sebagai salah satu daerah yang dianggap sudah baik dalam hal ekspor ke luar negeri. "Bali pusat marketing preneur," imbuh Gunarthawa.

PERUSAHAAN ASAL RUSIA PALING DIPERCAYA DI INDONESIA


Tingkat kepercayaan terhadap dunia bisnis di Indonesia tumbuh hingga 77 persen. Lebih tinggi dibanding rata-rata kepercayaan bisnis global yang hanya tumbuh 67 persen. Pertumbuhan kepercayaan bisnis di Indonesia dikaitkan dengan faktor makin banyaknya perusahaan di Indonesia ekspansi dan berkembang di luar negeri.
Kondisi ini juga dirasakan oleh perusahaan asing yang menjalankan aktivitas bisnisnya di Indonesia. "Perusahaan-perusahaan asal Eropa dan Amerika Serikat dipercaya dengan baik di Indonesia, serupa dengan kepercayaan yang mereka dapat di negara emerging market lainnya. Tidak hanya perusahaan dari negara maju yang merasakan dampaknya. Perusahaan dari negara emerging market justru lebih dipercaya. Tingginya tingkat kepercayaan terhadap perusahaan dari negara berkembang dikarenakan tren positif kepercayaan publik terhadap bisnis di Indonesia secara keseluruhan.
65 persen pebisnis percaya terhadap kinerja perusahaan Rusia. Diikuti oleh kepercayaan terhadap perusahaan asal China dengan 61 persen.

Sementara itu, untuk perusahaan yang berasal dari India dan Brasil, tingkat kepercayaan publik Indonesia secara berurutan adalah 50 persen dan 55 persen.

CINA RAYU INDONESIA PERLUAS PERDAGANGAN BEBAS


Tahun depan China bakal menjadi penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC). Kepala delegasi Forum Perdagangan China (COFCO) Frank Gaoning Ning menyatakan perlunya Indonesia dan Negeri Tirai Bambu mempererat kerja sama terlebih dulu, dengan memperluas sektor perdagangan bebas yang dijalankan.
Alasannya, hubungan kedua negara sejak dulu sudah akrab. Bahkan di masa lampau, kerajaan kawasan China sudah biasa berdagang dengan kerajaan nusantara.
Fenomena ini terus berlangsung sampai sekarang. Frank tidak menampik, negaranya sangat bergantung pada komoditas yang dipasok dari Indonesia.

Atas dasar itu, dia mendesak agar hubungan ekonomi dua negara lebih menguntungkan. China menginginkan agar penguatan perdagangan didukung dengan penambahan perjanjian perdagangan bebas.

INDONESIA-MEKSIKO SEPAKAT UBAH PERJANJIAN PAJAK BERGANDA



Pemerintah Indonesia dan Meksiko bersepakat untuk memperbarui perjanjian mengenai penghindaran pajak berganda dan pencegahan pengelakan pajak yang berkenaan dengan pajak penghasilan. Terakhir kali kedua negara meneken kesepakatan terkait itu pada 6 september 2002 di Los Cabos, Meksiko dan berlaku efektif pada 1 januari 2005.
Perubahan perjanjian penghindaran pajak berganda tersebut ditandatangani Menteri Keuangan Chatib Basri dan Menteri Luar Negeri Meksiko Jose Antonio Meade Kuribrena, di sela-sela KTT APEC, di Nusa Dua, Bali, Minggu (6/10).
Dalam kesempatan yang sama, kedua negara juga menyepakati tiga kerja sama lainnya. Antara lain, perjanjian perhubungan udara yang ditandatangani Menteri Perhubungan EE Mangindaan dan Menteri Luar Negeri Meksiko Jose Antonio Meade Kuribrena.
Semua penandatanganan dokumen kerja sama itu disaksikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto.

Presiden SBY  menambahkan, Indonesia dan Meksiko adalah bagian dari 20 negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Untuk itu, perlu ada peningkatan kerjasama ekonomi antara kedua negara.

Perusahaan Logistik Yamato Siap Ekspansi Indonesia Pada November


Perusahaan penyedia jasa logistik asal Jepang, Yamato Group memutuskan untuk mendirikan PT Yamato Indonesia pada 18 September 2013. Alasannya, Indonesia merupakan negara di kawasan Asean yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan.
Menurutnya, kehadiran perusahaan jasa konsultasi dan manajemen logistik mempunyai nilai tambah seperti meningkatkan inventory turnover dan membenahi manajemen transportasi.
Perusahaan tersebut juga siap membangun sarana dan prasarana, seperti penyediaan mesin-mesin pendukung untuk penanganan barang-barang hingga free rack auto picking system (FRAPS) yang dikembangkan berdasarkan standar khusus Yamato untuk menghasilkan proses distribusi yang cepat dan akurat.

Perusahaan juga akan menyediakan gudang logistik dan penyimpanan (storage) dengan suhu yang dapat disetel sesuai keinginan. Sebagai informasi, saat ini Yamato Group menangani 1,4 miliar paket setiap tahunnya. Perusahaan telah pula mendirikan jaringan    TA-Q-BIN di Shanghai, Hong Kong, Singapura, hingga Malaysia serta memiliki 47 perusahaan yang bergerak di bidang logistik, ekspedisi, perawatan truk, pengembangan teknologi informasi dan bergerak bidang finansial.

Jumat, 25 Oktober 2013

TUGAS 3

Coba anda berikan contoh tulisan ilmiah populer, dengan topik persitiwa-peristiwa yang terjadi saat ini !

BIPA, Tingkatkan Fungsi Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Internasional

 Sejak diikrarkan sebagai bahasa Nasional pada Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, dan ditetapkan sebagai bahasa negara dalam Pasal 36 UUD 1945, bahasa Indonesia hingga saat ini telah mengalami perkembangan sangat pesat. Seiring kemajuan yang dicapai oleh bangsa Indonesia di era global saat ini, peran Indonesia dalam pergaulan antarbangsa juga telah menempatkan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa yang dipandang penting di dunia. 

Pada 2009 lalu, bahasa Indonesia secara resmi ditempatkan sebagai bahasa asing kedua oleh pemerintah daerah Ho Chi Minh City, Vietnam. Kemudian, berdasarkan data Kementerian Luar Negeri pada 2012, bahasa Indonesia memiliki penutur asli terbesar kelima di dunia, yaitu sebanyak 4.463.950 orang yang tersebar di luar negeri. Bahkan, Ketua DPR RI dalam sidang ASEAN Inter-Parliamentary  assembly (AIPA) ke-32 pada 2011 mengusulkan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa kerja (working language) dalam sidang-sidang AIPA.    
    Fakta-fakta tersebut mendukung usaha peningkatan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional yang sedang digalang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). BIPA adalah program pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia (berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan) bagi penutur asing. 

"Kan ada salah satu tugas fungsi badan bahasa (Kemdikbud), yaitu menginternasionalisasikan bahasa Indonesia. Fungsi itu tentu terkait dengan ikhtiar kita mengajar bahasa Indonesia pada penutur asing," ujar Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Mahsun. 

Mahsun mengatakan, saat ini setidaknya ada 45 negara yang menjadi peserta BIPA, dengan 174 tempat pelaksanaan BIPA yang tersebar di negara-negara tersebut. “Paling banyak di Australia,” katanya.  

Antusiasme warga negara lain, terutama mahasiswa asing, terhadap bahasa Indonesia sangat tinggi. Hal tersebut diakui Ketua Satgas Program Darmasiswa Republik Indonesia (DRI), Pangesti Wiedarti. Pangesti mengatakan, dalam Program DRI, bahasa Indonesia menjadi jurusan favorit para peserta (survei tahun 2012: 65% bahasa Indonesia; 30% seni-budaya, culinary & tourism 3%, lain-lain 2%). Program DRI adalah program beasiswa bagi mahasiswa asing yang negaranya memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, untuk belajar di Indonesia. . 

"BIPA dipelajari oleh semua mahasiswa Darmasiswa RI yang belajar di 46 hingga 59 universitas di Indonesia. Tiap tahun ada sekitar 700 mahasiswa asing dari sekitar 77 negara yang belajar seni, budaya, dan bahasa Indonesia juga bidang-bidang lain seperti tourism dan hospitality,” jelas Pangesti. 

Pengajar BIPA tentu tidak boleh sembarang orang. Mahasiswa maupun dosen bisa menjadi pengajar/tutor BIPA setelah memenuhi persyaratan tertentu. 

Scheme for Academic Mobility and Exchange (SAME) khusus bidang Pengajaran BIPA yang ditawarkan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud mensyaratkan dosen yang menjadi calon pengajar BIPA harus menguasai  metode dan teknik dan strategi pengajaran serta pembelajaran BIPA. Hal ini menjadi kewajiban, sebab mengajar BIPA berbeda sekali dengan mengajar bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama/kedua. Selain itu, dosen juga harus mempunyai pengalaman mengajar mata kuliah BIPA setidaknya dua tahun. 

"Pengetahuan tentang multikultural Indonesia juga harus dikuasai. Para dosen ini harus mendapat izin dari Kajur-Kaprodi, Dekan, dan Rektor untuk meninggalkan tugas di kampus selama 4 bulan, dan semua ihwal administrasi harus diurus sebelum tes wawancara," ujar Pangesti yang juga anggota tim SAME-Dikti BIPA. 

Sementara untuk mahasiswa yang disiapkan menjadi pengajar/tutor BIPA, mereka harus mempunyai pengetahuan kebahasaan dan keterampilan mengajar. Dalam mata kuliah BIPA, mahasiswa belajar Pemahaman Lintas Budaya di mana mahasiswa harus aktif mencari informasi tentang negara-negara tetangga dalam hal budaya dan bahasanya, yang pada umumnya merujuk ke negara-negara yang bekerjasama dengan RI dalam Program Darmasiswa RI. Mahasiswa juga harus mempelajari kurikulum, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran BIPA serta Praktik Mengajar yang disebut Micro Teaching BIPA. 

"Yang unik di sini adalah mahasiswa harus mengidentifikasi dirinya dalam kemampuan bahasa asing mereka, setidaknya bahasa Inggris, dengan menggunakan Common European Framework of Reference for Languages (CEFRL) yang terdiri atas kemampuan menyimak, membaca, berbicara (produktif dan interaktif), dan menulis, baik secara global maupun rinci dalam Can Do Statement," tutur Pangesti yang aktif sebagai dosen pengajar BIPA di Universitas Negeri Yogyakarta. 

Penutur asing yang sudah mengikuti Program BIPA akan diuji kompetensinya. Jika evaluasi bagi penutur asli bahasa Indonesia adalah melalui Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), maka untuk menguji penutur asing diperlukan piranti tes tersendiri, umumnya bisa disebut Uji Kompetensi BIPA (UKBIPA). UKBIPA dapat ditempuh mahasiswa asing setelah mahir berbahasa Indonesia, setidaknya setelah satu semester belajar BIPA. 

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Mahsun, mengatakan, saat ini Kemdikbud tengah menyiapkan bentuk evaluasi untuk penutur asing yang mengikuti Program BIPA. 

"Di samping ada materinya, kemudian ada evaluasi. Materi (BIPA) ini disampaikan, kemudian sejauhmana ketersampaiannya kan perlu ada evaluasi," ujar Mahsun.

Ia menjelaskan, UKBIPA saat ini masih dalam tahap pengembangan karena akan disesuaikan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia atau KKNI. 


Sumber : 
http://edukasi.kompas.com/read/2013/10/23/1253102/BIPA.Tingkatkan.Fungsi.Bahasa.Indonesia.Menjadi.Bahasa.Internasional

TUGAS 2

Kualitas karya tulis ditentukan oleh beberapa aspek, yaitu:
a.    Topik yang menarik
b.    Mudah dipahami oleh pembaca

Coba anda jelaskan kedua aspek ini!

Jawaban : 
a. Topik yang menarik 
     Seorang penulis harus menentukan topik karya tulis yang menarik sebagai peningkatan minat para pembaca. Topik yang menarik didapatkan dari peristiwa atau pembicaraan yang hangat di masyarakat atau dengan cara mendapatkan apresiasi atau ide terbaru dalam membuat karya tulis. 

b. Mudah dipahami oleh pembaca 
    Umumnya sebuah karya tulis mempergunakan kata-kata yang baku, dan banyak menggunakan bahasa atau istilah ilmiah, sehingga hanya beberapa pembaca yang dapat mengerti karya tulis tersebut.  Bila karya tulis mempergunakan bahasa ilmiah, misalnya kata-kata dari serapan bahasa harus dijelaskan secara jelas sehingga para pembaca dapat memahaminya.